Jatim Siap Berkompetisi Dibidang Pertanian

Biro Organisasi online (Rabu, 25/3)

lahan pertanianGema organisasi: Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam membangun perekonomian,nurkholis jadi hal tersebut dikarenakan sektor pertanian merupakan komoditi lokal yang faktor produksinya tidak tergantung pada impor. Dalam upaya meningkatkan pembangunan pertanian, diperlukan pemanfaatan potensi semua sumber daya baik alam maupun manusia yang ada terutama dari daerah-daerah sentra produksi pertanian dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Adalah kegiatan yang positif apabila bidang pertanian juga mendapat prioritas untuk uji kompetensikan dalam penilaian pelayanan publik  secara nasional dan juga internasional hal ini untuk mendorong peningkatan dibidang pertanian dan memberi stimulus SKPD yang menanggani pertanian, Kementerian Pertanian meluncurkan program Pemberian Penghargaan Abdibaktitani bagi Unit Kerja Pelayanan Publik.

Pemrov Jatim menyambut baik kegiatan tersebut dan tahun ini mengikutsertakan empat Unit Layanan, dua dari Pemprov Jatim yaitu UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang dan UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura, sedangkan Kota Malang Perusahaan Daerah Rumah Potong (PD.RPH) sementara Kabupaten Tulungagung menampilkan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan. Jelas Kepala Bagian Tatalaksana Biro Organisasi Setda Prov Jatim Nurkholis, S,Sos. MSi saat memimpin rapat persiapan penilaian bidang pertanian di ruang rapat Biro Organisasi (28/9)

setiaAjuan dalam penilan kompetisi ini adalah Permentan RI No.13/Permentan/KP.450/3/2015 tentang Pedoman Penilaian dan Pemberian Penghargaan Abdibhaktitani Bagi Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Bidang Pertanian. Jelas Kasubag Tatalaksana Pelayanan Publik Setija, SH. Bagi peserta Bhaktiabditani ini harus memenuhi persyaratan, diantaranya memiliki IKM minim 75, memiliki SKM dan minim satu tahun memenuhi syarat pelaksanaan clean Government dan bebas dari korupsi dengan rekomendasi dari inspektorat/Unit pengawas daerah. Sedangkan Kreteria Penilaian meliputi Moto dan Maklumat Pelayanan (10%), penerapan Standar Pelayanan (SP) dengan bobot nilai (40%) selanjutnya adalah masalah pengakuan manfaat seperti halnya sarana, prasarana dan fasilitas serta lainnya (30%) dan Inovasi Pelayanan Publik (20%). Tambah Setija.

Direktur Perusahaan Daerah Rumah Potong (PD.RPH) Kota Malang Djoko Sudadi mengatakan bahwa instansinya siap untuk berkompetisi dengan unit pelayanan lainnya. PD.RPH memiliki segudang inovasi. Image masyarakat tentang RPH Hewan adalah kumuh, menjijikkan dan lain lain, namun PD.RPH Kota Malang beda,   dengan adanya inovasi “RUPAWAN” Rumah Potong Hewan, maka mereka yang berkunjung kesana pasti terpesona jelas Djoko dengan penuh semangat.

Additional information